Ramadhan di Masjid Raya Pondok Indah

REPUBLIKA.CO.ID-Jika kemacetan petang hari memaksa Anda terpacak di sekitar Jalan Sultan Iskandar Muda, mampirlah ke Masjid Raya Pondok Indah. Berbukalah di sana. Selain ada takjil yang disiapkan pihak masjid, juga ada bazar jajanan buka puasa. Menurut Ketua Masjid Raya Pondok Indah, Ustaz Fatah, jajanan buka puasa sudah digelar sejak pukul 16.00. “Ini memang menjadi acara tahunan Ramadhan di masjid ini,” ujar Fatah.

Bazar jajanan buka puasa itu bertempat di lapangan parkir masjid. “Ada sekitar 60 pedagang. Kami terbuka apabila ada pedagang baru. Berdagang di sini juga gratis, kami tak memungut bayaran,” ujar dia. Namun bazar itu tidak sepanjang Ramadhan.

“Hanya pada 1 hingga 20 Ramadhan,” ujar Fatah. Setelah itu masjid akan mengadakan acara lain, ‘Bazar Iktikaf’. Masjid sendiri sebenarnya juga telah menyiapkan makanan gratis untuk takjil para jamaah yang akan berbuka disana. Namun, menurutnya apabila ada jamaah lain yang tertarik mencicipi jajanan buka puasa yang berbeda, bisa membelinya di tempat bazar.

Untuk menikmati makanan berbuka puasa ini, pihak masjid pun telah menyediakan tempat khusus, yaitu di lantai bawah. Ini bukanlah lantai yang digunakan untuk shalat sehingga pihak masjid mengizinkan jamaah makan dan minum, bahkan tidur-tiduran di sana.

Posisi Masjid Raya Pondok Indah yang berada persis di pinggir jalan raya besar, membuat banyak orang mampir. Namun, karena posisinya tak jauh dari Pondok Indah Mal, menurut Fatah, banyak orang juga yang lebih tertarik buka puasa di mal.

Mungkin wajar, paling tidak mengingat daya tarik mal yang tentu saja lebih besar dibanding masjid. Persoalannya, ini Ramadhan, bulan tempat segala kebaikan dan bonus dijanjikan Allah SWT. “Karena itu, kami selalu mencoba menawarkan berbagai kemudahan yang semoga bisa menarik minat jamaah untuk memakmurkan masjid ini,” kata Fatah.

Ada lagi yang menjadi kebanggaan Masjid Raya Pondok Indah. Fatah menjanjikan jamaah bisa menikmati suasana tarawih yang berbeda dengan tempat lain. “Di sini, Anda bisa merasakan shalat tarawih seperti di Masjidil Haram.” Bahkan kata dia, beberapa jamaah merasa seperti tengah berumroh.

Suasana apa yang membuat begitu? “Karena lagu dan bacaan imamnya,” jawab Fatah. Imam tarawih di Masjid Pondok Indah kebanyakan memang merupakan para alumni Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an dan para hafiz. Tidak hanya menguasai ilmu tajwid, rata-rata mereka juga lancar berbahasa Arab. “Tentu akan berbeda manakala imam mengucapkan kata-kata dari surah yang ia mengerti artinya,” kata fatah. Silakan datang dan merasakan tarawih seolah di Masjid Haram.
Tags: ,

Masjid Raya Pondok Indah

Menjadikan Masjid sebagai pusat unggulan dalam peribadatan, dakwah, sosial keagamaan dengan sistem pengelolaan modern

0 comments

Leave a Reply