Aksi Pos Sehat Masjid Raya Pondok Indah

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Kamis (25/2) pos sehat Masjid Pondok Indah menyelenggarakan pemeriksaan gratis bagi warga di sekitar Masjid. LKC yang dilibatkan dalam acara tersebut, menerjunkan sebuah tim beranggotakan 6 orang. Lengkap dengan ambulance, peralatan medis, dan satu dus besar obat-obatan.
Dibantu oleh 16 kader pos sehat Masjid Pondok Indah yang seluruhnya ibu-ibu, acara pemeriksaan kesehatan gratis ini berlangsung hangat dan meriah. Karena yang menjadi peserta adalah tetangga-tetangga mereka juga, sering terjadi obrolan tidak biasa di berbagai proses layanan, sejak pemanggilan pasien, pendaftaran, pemeriksaan awal, hingga penyerahan obat. Bila semua tempat pengobatan suasananya seperti ini dimana pelayanan bersifat personal, ditambah ruang periksa yang nyaman ber-AC, tampaknya pasien secara psikologis akan sangat terbantu. Apalagi, dengan tema khusus Maulid Nabi, seluruh pasien yang hadir ketika itu juga mendapat bingkisan snack dari panitia.
Karena banyaknya pasien yang diperkirakan akan hadir, relawan lain dari Tafakul Indonesia juga dihadirkan. Kenyataan dilapangan, acara yang dimulai sekitar pukul 9 hingga menjelang Dhuhur berhasil mengkover hingga 102 pasien. Obat-obatan yang tersisa dalam acara ini juga disimpan sebagai stok obat pos sehat masjid Pondok Indah.
Menurut Bapak Purwoto, pengurus pos sehat Masjid Pondok Indah, acara pemeriksaan gratis ini memang ditargetkan mampu menghadirkan 100-150 penerima manfaat dari 3 RW disekitar masjid. Untuk itu, pengumuman diberikan kemasing-masing RW selain getok tular yang diawaki para ibu-ibu kader sehat di masing-masing RT.
Pos sehat Masjid Pondok Indah adalah salah satu mitra dari LKC yang memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu disekitar mereka. Namun seperti pengakuan Bapak Purwoto, standar dhuafa yang diterapkan disana tidak seketat seperti yang digariskan LKC. Hal ini dikarenakan secara geografis, untuk mencapai Puskesmas terdekat, masyarakat di daerah tersebut harus mengeluarkan banyak biaya hanya untuk membayar ongkos angkutan umum, “Bisa habis 20 ribu sekali jalan”, terangnya. Karena itu, membuka pos sehat dengan standar yang lebih longgar, secara ekonomis sangat berarti besar bagi masyarakat disana.
Dalam menjalankan operasionalnya, pos sehat Masjid Pondok Indah disokong oleh ke-16 kader sehat seperti yang diperkenalkan dimuka. Para kader sehat ini, berasal dari ibu-ibu PKK disekitar masjid khususnya dari RW 11. Disetiap kali membuka layanan kesehatan (hari praktek), jumlah pasien yang hadir antara 15-20 orang. Layanan dibuka setiap hari Senin dan Kamis pukul 17.00-19.00, dengan tenaga dokter utama berasal dari LKC. Namun, ada kalanya dokter diluar LKC juga dihadirkan. Semua pasien yang sakitnya parah (seringkali TB), dirujuk ke LKC. Pos sehat yang berkat donasi berbagai pihak telah memiliki ambulance dan mobil jenazah ini, mengkover anggota hingga 1200 jiwa. (Gk)
Tags: , ,

Masjid Raya Pondok Indah

Menjadikan Masjid sebagai pusat unggulan dalam peribadatan, dakwah, sosial keagamaan dengan sistem pengelolaan modern

0 comments

Leave a Reply